00:00
Senin
00 Mei
jQuery(function($){
$("#ticker").tweet({
username: "buffhans",
page: 1,
avatar_size: 32,
count: 5,
loading_text: "lagi ngebaca twit..."
}).bind("loaded", function() {
var ul = $(this).find(".tweet_list");
var ticker = function() {
setTimeout(function() {
var top = ul.position().top;
var h = ul.height();
var incr = (h / ul.children().length);
var newTop = top - incr;
if (h + newTop <= 0) newTop = 0;
ul.animate( {top: newTop}, 500 );
ticker();
}, 5000);
};
ticker();
});
});
˟
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Move like jagger!

Hei heeeii..
Halo semuaaa, apa kabar?
Lama gak nulis, akhirnya kangen juga buat nulis curcol lagi di blog.
Gue jadi hampir lupa bahwa fungsionalitas sesungguhnya dari blog gue ini untuk melepaskan penat yang menumpuk di otak, sebagai teman curhat, dan sebagai pencatat perjalanan hidup.

Belakangan ini gue memang selalu berusaha untuk menulis hal-hal yang lebih bermanfaat. Ya, itu sebuah langkah perubahan. Tapi gue jadi hampir lupa jati diri gue sesungguhnya. Bahwa untuk berproses menjadi blogger yang menuliskan tulisan-tulisan berbobot itu baru bisa gue lakukan setelah 2 tahun jungkir balik menulis dengan gaya tulisan curcol lepas.

Gak perlu munafik, bahasa gue dulu terkesan lebih brengsek dan seolah-olah tertawa akan perjalanan hidup. Tapi disitulah gue mulai menemukan gaya bahasa sendiri, dari situlah gue mulai belajar kritis menuliskan kehidupan. Kata-kata yang kurang sopan untuk diucapkan, dulu sering terlontar lewat blog ini.

Setidaknya, kata-kata yang gue buat itu semata-mata bertujuan untuk menyenangkan pembaca sekalian. Jujur saja, banyak pembaca yang suka dengan cerita kekonyolan gue. Iya kan?

Perubahan, semua orang menginginkan perubahan. Termasuk dalam tulisan-tulisan gue. Perubahan itu terasa ketika traffic pengunjung blog gue menurun, walau setiap bulannya masih diatas 1000-an pengunjung.

Artinya apa? Banyak yang mulai tidak menyukai tulisan gue.
Sebagai blogger, gue merasa gagal.

Gue merasa sedang masuk dalam masa transisi dimana gue harus memilih untuk berpindah gaya tulisan dari tulisan-tulisan curhat, menjadi tulisan-tulisan berbobot.

Gue berpikir untuk membuat sebuah blog lagi untuk menampung tulisan berbobot gue, tapi ini hanya akan menambah keribetan. Kata-kata sajak gue udah tersalurkan lewat catatan-nomaden.tumblr.com lalu, blog gue yang ini? isinya tulisan-tulisan curcol atau tulisan berbobot? ini yang masih menjadi pertimbangan.

Sementara disisi lain, banyak yang melihat potensi gue dalam menulis. Lantas beberapa organisasi dikampus meminta gue untuk mengelola sistem informasi blog organisasi tersebut. Apa gak jadi ribet lagi pikiran gue nantinya? Mending cuma 1 blog aja, tapi setiap organisasi yang gue ikuti menuntut hal yang sama.

Untuk konten blog dakwah, bahasa gue udah "blogger" banget!
Buktinya, beberapa kali gue memasang tulisan mading di Musholla Fakultas, beberapa kali dicabut karena katanya "bahasanya kurang sesuai". Jleeb! komentar seperti itu menjadi kritikan pedas. Bahwa tulisan gue gak berlaku universal. Meski bahasanya udah baku, tapi gaya tulisan harus diubah juga.

Bukan maksud gue untuk menolak amanah, tapi inilah apa adanya gue saat ini. Bahasa yang tercipta sudah seperti ini. Butuh waktu untuk berproses menyesuaikan bahasa lainnya.

Padahal, bahasa gue untuk tulisan-tulisan "islami" udah disesuaikan dengan bahasa yang santai. Tapi sepertinya mereka menginginkan "bahasa artikel" yang membosankan.

Tapi ambil dari sisi positifnya aja sih..
Gue anggap ini sebagai salah satu proses untuk menjadi penulis professional.

Anyway, jika nanti keputusan gue untuk beralih menjadi penulis berbobot, gue gak akan pernah lupa untuk sesekali nulis curcol seperti dulu. Karena bagaimanapun, tulisan-tulisan curcol itulah yang mengantarkan gue sampai seperti ini, tulisan-tulisan itulah yang membentuk karakter gue.

Gue gak akan pernah lupa.

Belakangan ini gue jadi jarang nulis, ini adalah bagian dari transisi tulisan.
Dan gue sebenarnya mengharapkan semangat dari pembaca. Banyak yang menjadi "Silent Reader" yang artinya mereka hanya membaca tanpa ada feedback.
Gue memang gak berharap banyak dari pembaca, asal mereka mau membaca, gue udah seneng. Tapi gak munafik juga kalo setiap penulis sebenernya mengharapkan feedback berupa komen atau apalah setelah membaca tulisan.

Move like jagger!
Sebagai jomblo, gue gak mungkin move on.
Move on dari apa coba? =___________="
Jadi, gue move like jagger aja! Ahahahaha

cara mengatasi SEPI


Bicara mengenai sepi..
Gue yakin semua dari kita pernah merasakan sepi sendiri. Terkadang sepi juga melanda batin kita, jadi kita merasakan sepi padahal disekitar kita rame semua. Tak jarang juga kalo udah gitu kita biasa mengurung diri sendiri karena merasa kesepian.

Well, banyak hal yang biasa dilakukan kalo merasa sepi. Ada yang menghilangkan sepi dengan bergaul rame-rame dengan teman entah pergi kemana gitu. Ada juga yang jalan-jalan keliling sendiri atau sama “pac*r” biar suasana sepinya ilang. Intinya disini melibatkan orang lain untuk mengusir rasa sepi kita sendirian.

Bagaimana kalo orang yang kita ajak gak mau?
Ini salah satu kelemahan melibatkan orang lain. Terkadang mereka yang kita ajak gak mau main-main dengan kita.

Bagaimana kalo kita merasa bosan nggan kemana-mana?
Ini juga salah satu permasalahan kalo kita menghadapi sepi. Terkadang kalo sepi kita bukannya mau meramaikan diri kita supaya gak sepi lagi, tapi malah mengurung diri sendiri menikmati sepi. Nanti yang ada badmood seharian, dan terkadang ketika ada yang menghubungi kita, bisa jadi kitra cuek terhadap mereka karena kita merasa sepi dan badmood karenanya. Padahal urusan dengan lingkungan itu berbeda dengan urusan sepi kita sendiri. Jangan bawa badmood kita pada orang lain. :D

Pada kebanyakan kasus, kebanyakan kita merasa bosan sendirian. Rasanya?? Gak enak pastinya!!
Gue yakin, kita semua tau rasa gak enaknya sepi sendiri, iya kan?

Kalo elu buff?? Pernah ngerasain sepi sendiri??
Gue jawab SERING!!
Ya, gue selalu kesepian sendiri. Paling gak sendiri kalo dikampus, ketemu temen-temen, ngerjain jurnal bareng. Diluar itu? ya gue sendirian.. ahahaha
Pernah ngerasain pisah dan jauh dengan orang tua bertahun-tahun? Ditambah lagi kesepian..

TAPI GUE BISA NGATASI SENDIRI!!
Ya, gue udah bisa ngatasi bagaimana biar gak sepi sendirian..
Kalo sendiri, gue selalu mikir bagaimana caranya menikmati sepi dalam kesendirian. Pasti ada cara untuk menghilangkan rasa sepi tanpa orang lain!!
Cara gue ngatasi sepi sendiri dengan..
MENULIS!!
Memang awalnya gue gak bisa nulis. Kalo udah berhadapan dengan nulis, bawaannya badmood terus!
Tapi Cuma itu yang bisa dilakukan. Gue mau banting meja gak mungkin, nanti dikira gila. Nah, diatas meja Cuma ada pulpen dan kertas. Ya gue coba nulis terus, berimajinasi. Sekarang di meja biasanya ada leppie, jadi gue bisa nulis pake leppie. Duduk berimajinasi dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Lama kelamaan, gue terbiasa menulis.

Gue nulis ya karena Cuma nulis yang bisa gue lakukan kalo lagi sepi..
Sampe sekarang juga gitu, KALO SEPI PASTI NULIS!
Itulah mengapa gue sering nulis di blog, karena Cuma nulis yang bisa ngusir rasa sepi sendiri. Ahahahaha
Sebenernya banyak hal selain menulis yang bisa dilakukan ketika sepi, bisa aja membaca buku, atau main game, atau nonton tipi. Tapi sayang, kalo gue udah terlanjur suka nulis! ^^
Kalian kalo sendiri mau cari aktivitas apa gitu penghilang sepi selain nulis ya silahkan! Toh yang penting kita gak merasa sepi dan badmood dengan apa yang kita lakukan.

Lagian gue nulis juga lebih bermanfaat. Tulisan gue bisa dibaca banyak orang. Kan ada juga tuh yang menghilangkan rasa sepi sendiri dengan online depan internet blogwalking kemana-mana sekedar baca-baca postingan orang lain. Atau ada yang baca postingan blog gue dan dapat inspirasi dari tulisan gue kan lebih bermanfaat. Ada juga mungkin yang termotivasi karena tulisan gue kan gue jadi berpahala karena membantu mereka yang sedang DOWN semangat mungkin? :D
Intinya gue gak merasakan dirugikan kalo menulis, banyak manfaatnya buat orang lain. Toh ini sebagai hiburan kalo lagi sepi kan? Gak selamanya sepi itu gak produktif! Kita bisa berbuat banyak dari sepi sendiri selain bengong, yang lebih bermanfaat tentunya ^^

Karena sepi gue mau buat novel
Karena sepi gue mau buat paper tiap harinya
Karena sepi gue mau buat puisi walaupun susah
Karena sepi gue mau ngeblog tiap harinya (walau gak tiap hari sebenernya)

Jadi, kalo gue banyak nulis di blog, itu juga karena gue merasa kesepian. Bisa bayangkan seberapa sering dan seberapa besar kesepian gue? Atau ada yang mau buat SEPIMETER untuk mengukur tingkat kesepian gue? Ahahaha
Sori, gue udah punya pacar penghilang sepi! NULIS!! Ahahaha
Jangan sampai kalian terbunuh dengan kesepian kalian sendiri!!

Bagaimana cara teman-teman menghilangkan rasa kesepian?? Gue tunggu cerita dari kalian! ^^
Mari kita guncang dunia dengan menulis!!

KEBANGKITAN PANCASILA




PANCASILA

Ketuhanan yang maha ESA
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Siapa yang tak tau pancasila?
Well, dulu waktu buff semasa sekolah tingkat dasar SD, sering banget ngucapin PANCASILA beserta seluruh isinya sampai hafal. Kalo pas upacara pasti selalu ngikutin Pembina upacara baca pancasila.
Jadi, jangan tanya lagi “buff tau pancasila?”
Ntar paling gue jawab “iyalah!”
Tapi..
Hanya sekedar TAU
Lain lagi kalo ditanya..
“buff, mengerti makna dari pancasila?”
Dan dengan ribuan kali mikir gue jawab..
“ya iyalah!! Masa’ gitu aja gak tau!?”
Ahahahaha..

Ya, bagi buff untuk memaknai pancasila itu gak terlalu susah.
Tapi bukan berarti gampang juga! (nah loh?)
Well, buff gak bakal mau ngupas satu per satu isi dari pancasila itu sendiri. Toh, gue yakin banget kalo temen-temen dan pembaca sekalian gak begitu bodoh untuk memaknai sendiri.
Keterlaluan malah kalo gak bisa memaknai pancasila!, kenyataan bahwa anak SD aja bisa dengan lantang mengucapkan pancasila dan memaknainya!
Gak percaya!?
Oke, gue berani buktiin!!
(yang nantang berarti ketauan bego’nya :p)

Kenapa sih, tiba-tiba buff jadi nasionalis banget?
Well, gue harus menyesuaikan dengan Situasi, Kondisi, Toleransi, Pantauan, dan Jangkauan (oke, ini ada singkatannya bagi anak pertanian USU). Terkadang gue bisa saja jadi nasionalis, agamis, rasis, dan bahkan komunis!
Pokoknya hidup dibawa fleksibel aja…
Life is never flat!
Begitu kata iklan..
Karena gak ada gunanya hidup secara kaku. Akan lebih berguna jadi manusia yang fleksibel. Ahahaha

Oke, gue buat postingan ini pengen menghidupkan kembali semangat pancasila yang pada tanggal 1 juni 2011 kemarin kita merayakan hari kebangkitan pancasila.
Nah, pas tanggal itu buff lagi asik di kosan. Mendekam gak tau mau ngapain, tapi yang jelas hanya satu alasan kenapa buff hanya mendekam dikosan..
PAKAIAN BELUM ADA YANG KERING!!
Well, dengan pakaian terkahir dan celana terakhir, gue merayakan hari pancasila di kosan!
What a beautiful day?
Mana langit lagi mendung pula tuh! T_T

Suatu kali gue denger dari suara sayup-sayup TiPi buluk punya senior (opss) dan gue kenal banget suara itu! ya suara yang berwibawa dari pak SBY dan selanjutnya ada juga suara BJ HABIBIE..
Selidik punya selidik, ternyata mereka lagi merayakan hari kebangkitan pancasila di gedung MPR.
Karena pada tanggal 1 juni 1945, di depan dewan BPUPKI, Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang fondasi dasar Indonesia Merdeka yang beliau sebut dengan istilah Pancasila sebagai philosofische grondslag (dasar filosofis) atau sebagai weltanschauung (pandangan hidup) bagi Indonesia Merdeka.

Dan itu dilakukan tokoh Indonesia untuk membangkitkan kembali nilai Pancasila.
Oke, yang gue denger dan gue inget dari pidato mereka Cuma dari BJ HABIBIE dan SBY. Padahal ada 4 orang yang berpidato. Yang Megewati dan Taufiq Kiemas pidatokan gak ada yang gue inget. (maaf)

Pidato  yang berapi-api disampaikan oleh BJ HABIBIE, ini kata-kata yang gue ingat..
"Mengapa seolah kita melupakan Pancasila? Ada sejumlah penjelasan mengapa Pancasila seolah lenyap. Salah satunya karena situasi dan lingkungan perubahan kehidupan bangsa baik di tingkat domestik, regional dan global sejak tahun 1945 atau 66 tahun yang lalu telah mengalami perubahan yang nyata," kata Habibie

Lalu pidato dari SBY yang gue ingat gini..
“Negara kita, Negara yang berdasarkan pancasila, bukan Negara yang berdasarkan AGAMA….” Kata SBY

Well, itulah sosok pemimpin. Dimana HABIBIE mengingatkan kenapa nilai pancasila luntur dan SBY menegaskan bahwa Negara kita BUKAN NEGARA AGAMA melainkan NEGARA PANCASILA.
Sebagai warga Negara yang baik, gue selalu mendengarkan nasihat dari pemimpin Negara kita.

SEKARANG..
Apa yang bisa kita lakukan untuk pancasila? Untuk Negara kita?

JUST DO YOUR BEST!!

Buat kawan-kawan yang masih sekolah, berprestasilah setinggi-tingginya!!
Untuk aku dan teman-teman yang sudah kuliah..
Kita, selepas kuliah nanti, pasti akan kerja..
Tapi bagaimana kalo kita ubah mind set kita untuk tidak hanya menjadi pekerja tetapi  bagaimana saatnya kita berpikir untuk menciptakan lapangan kerja!!
Karena jiwa PANCASILA adalah jiwa tangguh yang mementingkan kepentingan Negara. Membantu Negara, mengabdi kepada Negara.

Itu aja kali ya postingan kali ini.. ^^
Have a nice day!

nasehat Ibunda

akhir-akhir ini Burhan dilanda kegalauan tentang organisasi. walaupun Burhan sudah punya organisasi, tapi tetep aja galau. galau yang tak bisa dimengerti arah dan tujuannya.
bingung dengan sistem organisasi mahasiswa yang menurut Burhan sendiri sudah jauh melenceng dari inti ber-organisasi itu sendiri, dimana organisasi mahasiswa tercampur-baur oleh sistem luar yang menjadikannya seperti perpanjangan kepentingan politik golongan tertentu. http://www.emocutez.com
sebenarnya gak terlalu bermasalah kalau tujuan organisasi tercapai, namun secara pandangan burhan itu terlihat gak enak aja, kurang cocok. nggak tau kenapa!? walaupun secara kenyataan organisasi itu sangat maju pergerakannya, dari segi pendanaan aja sudah gak diragukan lagi, parpol gitu loh backingannya!? http://www.emocutez.com

ditengah kegalauan itu, Burhan bertanya kepada ibunda, dan apa yang dikatakan ibu sangat membuka pikiran dan melegakan. begini kata ibu :

Ibu pikir ngak perlu sampai se-ekstrim itu sampai menulis di koran. Karena parpol itu mencampuri segalanya termasuk dalam sistim pemerintahan. Mentri dari warna apa? Nah, begitu juga warna yg akan diterapkan dikementrian itu. Pengabdian pada rakyat hanya sebagai simbol untuk mencapai tujuan politik. Ibu pikir sebaiknya Burhan ambil jalan "aman" saja, tidak ikut aktif dalam organisasi mahasiswa yg sudah terkontaminasi itu. Kalau mau beramal, sebaiknya yg konkrit aja.
terimakasih Bunda, burhan jadi mengerti. dan insyaallah burhan akan lakukan yang terbaik! :D http://www.emocutez.com
dilain hal, ibu juga pernah bilang begini:
Burhan dapat dimaknakan menjelaskan sesuatu yg samar, atau saksi, atau penerang ... Umi berdo'a semoga nama itu benar-benar menjadi makna hidup dan harapan yg nyata. jgn lupa bahwa tiada kekuatan selain atas pertolongan Alloh Azza wajala. maka ucaplan Bismillah dalam memulainya dan takutlah pada Alloh dalam menjalankan amanah itu
semoga burhan bisa menjadi apa yang orang tua harapkan. menjadi orang yang berguna dan bermanfaat serta diharapkan masyarakat. http://www.emocutez.com
salam mahasiswa

renungan ibu

suatu hari ibu pernah memberikan renungan lewat sms untuk anak tercintanya.
kata-kata yang sederhana namun cukup untuk bekal selama satu semester kedepan! :D http://www.emocutez.com
begini isi smsnya:
Ibu punya renungan yg indah sekali, semoga bermakna:
Jadikan hidupmu lebih berarti. Hidup ini sangat singkat, cintai orang2 disekelilingmu, cintai org2 yg mencintaimu.

Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu bersinar..,
Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai.
Senyum di setiap air mata.
Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a.
Terus berjuanglah.

Life is so beautiful. Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, NIKMATILAH.
thank you very much mom..!! :D
http://www.emocutez.com
salam perjuangan
 

ketika nikmat itu diambil

ya~ha~!
akhirnya bisa nulis juga!
lama gak update postingan
hmm..

kok judulnya itu ya?
ya, berhubung itulah pelajaran yang bisa burhan ambil hikmahnya hari ini.
alhamdulillah, sekarang burhan lagi di jakarta menikmati liburan bersama padatnya ibukota!

hari ini, sore tadi kira-kira jam 4 sore, burhan menjemput ibu di kantor.
nah, sepulang kantor, ibu ngajak ke rumah sakit, jenguk eyang yang lagi sakit.
dibawa ke lantai 8, akhirnya sampai ke ruang rawatnya.
nah ketika masuk, ini langsung membuatku kaget, walaupun tampang sih gak kelihatan kagetnya cuma cukuplah hati yang merasakan.
nenek yang sudah tua terkena serangan jantung tergulai lemas diatas kasur dengan jarum infus yang menancap di tangannya.
terlalu putih untuk dibilang orang putih, lebih tepatnya terlihat sangat pucat!!
makan gak bisa..
ya, hanya lewat jarum infuslah dia makan.
sekal tersadar, cepat pula ia langsung tertidur.
ketika dia terbangun, aku hanya bisa tersenyum terus tanpa henti setidaknya hingga ia tertidur lagi. memang itu yang bisa ku lakukan, mentransfer energi positif agar cepat sembuh, sembari terus berdoa untuk kesembuhannya.
tubuh itu seakan tidak berdaya, bicara susah, makan susah, dan menjaga mata untuk terus terjaga pun sepertinya susah, apalagi kulit pucat itu sampai memperlihatkan urat nadinya yang kebiruan.
bernafas menjadi hal yang mahal baginya, bagaimana tidak? jika selang oksigen terus menempel dihidungnya??

mungkin itulah yang kulihat sore tadi bersama ibu.
terus terang itulah pertama kali burhan melihat orang sakit jantung yag terkapar tak berdaya di atas kasur!
dan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi burhan.

hikmah yang burhan dapat hari ini adalah..
ketika Allah mengambil sebagian nikmatnya kepada kita, apa yang bisa kita lakukan?
kita mungkin hanya terlihat seperti seonggok daging yang tak berdaya, lemas, dan pucat.
itu baru sebagian!
belum lagi ketika Allah mengambil semua nikmat yang kita miliki..
mungkin hanya isak tangis yang terdengar disekitar jasad kita.

sukurilah nikmat yang kita dapat saat ini
karena nikmat itu akan sangat terasa sekali ketika nikmat itu diambil!
mudah-mudahan syukur nikmat
syaiful burhan
-Break the limit!-

Merahnya Rembulan


Menjelang maghrib, matahari tak lagi tampak di ufuk barat peraduannya. Tapi ada yang muncul di ufuk timur sana! Bulan sang penguasa malam. Tak biasanya bulan berwarna jingga kekuningan, ada apa gerangan!?
Ah, mungkin karena matahari masih menyisakan sinar merahnya di langit. Namun ketika gelap menyergap, tak berubah sang bulan menjadi putih jua!? Ataukah mungkin bulan berubah warna? That's impossible!
Ternyata atmosfir bumi kita yang menjadikannya berwarna jingga. Ya, bulan bisa jadi indikator bersih tidaknya atmosfir kita, warna itu menandakan kandungan karbon di atmosfir tinggi, semakin tinggi kadar karbon semakin memerah warna bulan. Padahal sejatinya warna bulan adalah putih bersih.

-Break the limit!-

Break The LIMIT!


Apa yang ada di benak kalian dengan judul tulisan ini? "break the limit!"!?
Saya rasa jawabannya beragam, walaupun sebenarnya saya sendiri gak tau apa jawaban kalian. Hehe
But basicly, (hope) we know the meaning, right!? In bahasa "hancurkan batas!". Dari artinya saja mungkin kalian tahu apa maksud dari judul ini. Namun jika dihadapkan dengan pertanyaan maksud dari kata tersebut, lalu bagaimana menanggapinya saya yakin tiap orang punya pendapat yang berbeda. Tergantung siapa dan bagaimana cara menanggapinya. *setidaknya ini menurutku.
Namun dalam hal ini jangan anggap kayak cinta yang katanya bisa menghancurkan batas ruang dan waktu, bukan juga ilmu realativitas yang menembus ruang dan waktu, walaupun pada dasarnya menembus ruang dan waktu sudah bukan hal yang impossible lagi buat kita, buktinya kita punya kok!? Nah, HP yang kita punya itu salah satu alatnya. Gak percaya? Silahkan tanya!
Tapi bukan itu yang akan saya utarakan (berarti selatankan ada ya?), u know wat I mean! Haha
Setiap orang punya hak untuk mengartikan kalimat "break the limit!" secara bebas, karena hidup ini gak statis kan kawan!? ^^
Oke, saya beri waktu 5 detik untuk mengungkapkan pendapat kalian! 5,4,3,2,1.. Yap! Waktu habis! *singkat amat!
Nah, sekarang saatnya buatku untuk berkicau/ceramah/pidato/curcol/ngoceh/de el el.. (Terserah kalian mau pilih yang mana!) Tentang sebuah kalimat singkat sarat makna "break the limit!".
Seperti gambar diatas, ada palang lalu lintas di jalan tulisannya (baca sendiri!), nah itu mungkin sedikit gambaran (Kalo ngerti loh?). Pada nyatanya, gak ada palang rambu lalu lintas yang kayak gitu, di tol indonesia aja batasnya cuma 80 km/jam, tapi di luar negeri bisa nyampe 120 km/jam lebih. Tapi lagi-lagi kita gak akan ngomongin tentang batas kecepatan kendaraan di jalan.
Jadi kalau menurut Burhan, "break the limit" berarti hancurkan segala batas ataupun penghalang! Karena hidup ini tanpa batas kawan..! ^^ (jangan bingung ya!?)
Contoh sederhana, ketika teman-teman masuk PTN ternama dan bangga! Maka hancurkan! Karena itulah batasnya, hancurkan dengan kita bisa kuliah diluar negeri dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk hedon2an belaka. Ketika orang bilang kalau masuk PTN ternama bisa punya prestasi besar dan cepat dapat kerja, maka hancurkan!, karena itu batas pemikiran yang sederhana, hancurkan dengan kita berprestasi lebih dan pada akhirnya kita bisa menciptakan lapangan kerja! Bukan kerja sebagai tujuan akhir. Belum tentu mereka yang masuk ptn ternama bisa lebih sukses dari kita yang hanya masuk ptn biasa, karena sukses bukan dari bagus tidaknya suatu universitas, tapi bagaimana individu itu sendiri menciptakan kesuksesan!
Guru saya pernah bilang "jangan jadi ikan kecil dikolam besar, tapi jadilah ikan besar dikolam kecil"
Jika kita analogikan kolam sebagai universitas/sekolah, maka ikannya itu kita. Jika kita di universitas besar namun biasa2 saja, maka gak ada gunanya, jika kita besar di universitas besar, itu biasa saja (wajar). Namun jika kita besar di universitas kecil, maka itu akan jadi perhatian orang, bahkan lebih sangat memungkinkan kita untuk di ambil. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah, mampu gak kita jadi ikan besar di kolam kecil?
Oke, kembali lagi ke topik awal, break the limit!.
Jadi intinya adalah ketika seseorang mentok pada batasnya, maka kita bertujuan untuk menghancurkan batas itu, kita harus melebihi batas itu. Jika orang normal batas tertinggi jadi dokter manusia, kenapa kita harus 'mandek/berhenti' pada batas yang sama? Kenapa kita gak jadi dokter yang bisa segalanya sekalian (dokter hewan, manusia, dan gigi misalnya?).
Satu hal yang harus kita ingat adalah, hidup ini tanpa batas kawan! Batas yang ada itu karena kita sendirilah yang membuatnya, namun pada kenyataannya semua batas itu absurd adanya, hanya pikiran kita yang membatasinya.
Ketika batas-batas itu muncul, kenapa kita gak coba menghancurkan batas itu?
Itulah mengapa tiap akhir postingan, saya selalu menuliskan kalimat itu, karena saya siap untuk menghancurkan semua batas!
Bersiaplah, karena saya akan menghancurkan batas dan melebihi kalian semua! Dan jangan lupa, hidup ini persaingan kawan!
So, let's break the limit!
Apa batas kalian? Hancurkan!
Silahkan share ke: buffhans@gmail.com
Ditunggu ya!? ^^

-Break The Limit!-

GIE


Hey, guys!..
Ada lagu yang cocok buat mahasiswa/i nih. Sebenarnya ini lagu yang udah lama saya dengar, tapi berhubung baru sekarang jadi mahasiswa, yah baru bisa di share sekarang deh! Hehe ^^
Jadi ini lagu OST GIE, yang nyanyi Eros feat Okta. Bagus banget!, apa lagi filmnya!

Oh ya, bukunya juga ada loh?, film n bukunya judulnya sama 'GIE'. Di ambil dari kisah nyata seorang mahasiswa di zaman Soekarno, pas zaman PKI dan pengangkatan Soekarno sebagai presiden seumur hidup, namanya SOE HOEK GIE. Seorang keturunan tionghoa yang berpengaruh saat itu. Tau kebebasan pers? Itulah salah satu hasil perjuangan Gie. Bukunya cukup tebel, tapi cocok buat bacaan, apa lagi buat mahasiswa/i. Dijamin PUAS! hahay..

Sekedar ringkasan cerita (buku n film sama aja). Gie ini seorang mahasiswa ber'JaKun' (jaket kuning), tau lah itu universitas apa!? Yups!, betul sekali, Universtas Indonesia. Gie ini salah satu pers yang selalu menentang sistem pemerintahan saat itu (pers ditekan dan diatur pemerintah / gak ada kebebasan pers), mulai dari demo, sampai di kejar tentara pemerintah karena tulisannya. Bagaimana dia tertindas karena hanya dia seorang berdarah tionghoa, disangka PKI, dan masih banyak lagi!
Kalo dilanjutin ceritanya, panjang bgt! Susah diringkas saking bagusnya! hehe
Yang belum pernah nonton ato baca bukunya, silahkan baca!

Dari lagu soundtracknya aja dah bisa dijadikan semangat buat mahasiswa/i untuk bisa terus berjuang! dan tetap semangat!
Coba aja resapi liriknya:

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu ku
akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia

rentanglah...
malam yang dingin..

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki
malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki
keadilan..

berbagi waktu dengan alam
kau akan tau siapa dirimu yang sebenarnya
hakikat manusia...

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki
malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki
keadilan..
keadilan..

akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
smoga kutemukan jawaban

akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
smoga kutemukan jawaban

akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
smoga kutemukan jawaban

akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
smoga kutemukan jawaban
jawaban..
jawaban..

-Break The Limit!-