SURAT RINDU #19 : Kamu Koruptor!
Heh! Kamu selalu membuatku menggeleng-gelengkan kepala perkara surat-suratmu! Tingkahmu selalu membuatku habis pikir, bingung, dan heran. Sudah berapa banyak suratmu yang terkirim untukku?
Maka seperti perkataanmu, kamu berhutang pelukan sebanyak surat yang telah terkirim! Ditambah lagi bunga atas hutangmu, belum lagi kerinduanku yang semakin menumpuk, sepertinya kamu berhutang sangat banyak pelukan untukku!
Aku tidak sedang berbaik hati kali ini. Dan aku tidak sedang juga memaafkan semua kesalahanmu atas rindu yang entah sudah berapa banyak tertumpuk.
Kamu Koruptor!
SURAT RINDU #17 : Kepada..
Kepada subuh, aku titipkan salam lewat adzan yang menggema berkumandang membangunkanmu dari lelapnya tidur. “Semoga pagi ini kamu bangun dalam sehat dan senyum sepanjang waktu”.
Kepada sore, aku titipkan rona jingga pada beningnya senja. Diantaranya kuselipkan ragu yang bersolek manja. “Semoga diantara sendu, kamu masih berdiri tegak dan tegar”.
Kepada hujan, aku curahkan rindu lewat syair merdu. Rintik basahnya menghujam bagai panah para serdadu. “Semoga rindu memberikan kita waktu bersama pada ruang temu”.
Kepada angin, aku lepaskan cemburu diantara sekat-sekat ragu. Semilirnya membawa pesan ingin bertemu. “Semoga waktu sudi menghapus jejak luka dari masa lalu”.
Kepada malam, kupanjatkan doa-doa pada yang maha kuasa. Tentang getirnya harapan bersama dimasa depan. “Semoga takdir membawa kabar gembira kepastian dan menjawab pertanyaan-pertanyaan muskil atas kita”.
Kepadamu, aku ingin mengikat janji suci.. Pada ikatan Ilahi..
Subscribe to:
Posts (Atom)